Archive Pages Design$type=blogging

Selangkah Lagi Selingkuh...

Selingkuh semakin populer! Berbagai lagu merayakan selingkuhan dengan berbagai istilah dari  “ Sephia ”, “ Kekasih gelap ”, “ Kekasih rahasi...

Selingkuh semakin populer! Berbagai lagu merayakan selingkuhan dengan berbagai istilah dari  “Sephia”, “Kekasih gelap”, “Kekasih rahasia” hingga “Teman tapi mesra” dan RBT-nya pun laku berjuta-juta. Peselingkuh pun bagaikan siluman yang mampu menjelma “Buaya darat”, “Kucing garong”, atau “Keong racun.” Meskipun ada juga yang mengakui bahwa “Tak selamanya selingkuh itu indah,” tapi toh tetap saja selingkuh. Dalam dunia sastra, ada kumpulan cerpen berjudul “Kamu sadar aku punya alasan untuk selingkuh kan Sayang?” Televisi juga mengabarkan beragam berita perselingkuhan yang dilakukan pejabat, artis, tukang sayur & pekerja domestik, aktivis, dosen, dan agamawan. Apakah ini berarti angka perselingkuhan di Indonesia meningkat? Biro Pusat Statistik mungkin perlu menambahkan item pertanyaan tentang selingkuh dalam Sensus Keluarga Nasional mendatang.

Lalu, apakah selingkuh itu?  Secara sederhana, seseorang  yang telah menikah berselingkuh ketika ia menjalin hubungan romantis dan atau seksual di luar pernikahannya.  Mengapa pasangan yang sudah menikah berselingkuh? Penelitian terhadap 2870 responden di Amerika menunjukkan bahwa perselingkuhan adalah hasil interaksi antara nilai dan kebutuhan peselingkuh, kualitas pernikahan peselingkuh, dan adanya kesempatan berselingkuh (Treas & Giesen, 2000).

Nilai dan kebutuhan peselingkuh. Desakan biologis serta kebutuhan terhadap kedekatan emosional, cinta, dan peningkatan ego sering kali mendorong perselingkuhan. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki minat seksual lebih besar dan memandang hubungan seksual ekstra marital bukanlah sesuatu yang salah cenderung lebih mudah untuk berselingkuh. Bagi sebagian peselingkuh, perselingkuhan terjadi bukan karena semata-mata karena “hasil perselingkuhan”’ tapi juga “proses perselingkuhan” yang menantang. Seseorang berkata, “Saya tahu bahwa saya mencintai pasangan saya dan s/he is the one, tapi kadang saya merindukan debar-debar ketegangan saat mengejar seseorang.”

Kualitas pernikahan. Ketidakpuasan dalam pernikahan, baik secara emosional, intelektual, sosial ataupun fisik biologis, juga menjadi faktor resiko selingkuh. Peselingkuh kadang mencari pembenaran (yang tidal benar) bahwa mereka tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan dalam pernikahan mereka dan ada orang lain yang mampu memberikan hal tersebut. Selingkuh sering kali terasa lebih indah karena peselingkuh hanya bertemu dengan selingkuhannya dalam waktu yang diinginkan, kondisi yang rapi dan wangi serta dalam kegiatan yang menyenangkan tanpa dipusingkan oleh berbagai cicilan dan berbagi tugas domestik.

Kesempatan berselingkuh. Adanya selingkuhan potensial dan, yang tidak kalah penting, jaminan kerahasiaan perselingkuhan dari pasangan resmi adalah faktor pendorong selingkuh. Tentu saja, mereka yang berminat untuk selingkuh akan lebih mudah mendeteksi selingkuhan potensial. Mereka yang sangat berminat bahkan akan terus mencari kesempatan itu. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di kota besar cenderung untuk lebih mudah untuk berselingkuh karena di kota besar manusia cenderung lebih anonim (sehingga perilakunya tidak dihiraukan orang lain) dan anonoh (memiliki nilai-nilai yang tidak senonoh).

Dunia modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi ternyata dapat membawa kita selangkah lagi mendekati selingkuh. Dalam dunia modern, manusia cenderung bertemu manusia lain dalam dua konteks: pekerjaan dan dunia maya. Karenanya, dua lokasi tersebut menjadi daerah rawan selingkuh. Perjalanan dari dan ke tempat kerja pun dapat menjadi kesempatan selingkuh sebagaimana fenomena peselingkuh yang berpacaran dalam perjalanan KRL Bogor-Jakarta. Selingkuh dengan rekan kerja konon biasanya diawali dengan saling curhat dan memberikan perhatian yang menimbulkan penghayatan, “Oh, dirimu sungguh mengerti aku. Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah kita.” Selain itu, pekerjaan yang jauh dari keluarga terkadang memberikan kesempatan yang lebih besar untuk selingkuh dengan lebih 'aman'. Karenanya, “kucing garong” begitu tiba di tempat kerja yang jauh dari keluarga biasanya langsung mengibarkan bendera status SOS, bukan save our soul tapi single on the site.

Dunia maya juga memperlebar kesempatan selingkuh generasi 3.0. Google dapat membantu kita menemukan berbagai tips selingkuh yang kreatif, mudah, murah, dan konon aman. Facebook juga dapat membantu kita menemukan sang mantan yang telah lama hilang dan diam-diam masih kita rindukan. Kesenjangan sosial akibat perbedaan akses terhadap internet melahirkan fenomena yang dinamakan  “digital divide.” Dalam jagad perselingkuhan juga ada “Facebook divide.” Beberapa buaya darat (crocodilus daratensis sp.) yang pasangannya tidak mendapatkan akses ke Facebook kadang menulis statusnya mereka sebagai single atau memposting kalimat-kalimat, komentar-komentar, dan mantra-mantra yang mengundang. Teman saya yang bekerja di bidang manajemen bencana sering berkata: “Indonesia rawan bencana, waspadalah!” Kita pun perlu berkata: Dunia maya rawan selingkuh, waspadalah!”

Lalu bagaimana kita mencegah selingkuh? Mengingat selingkuh adalah bencana asmara yang menghancurkan keluarga dan melukai pasangan dan anak, maka kita pun dapat belajar dari bidang manajemen bencana. Rumus dasar manajemen risiko bencana adalah Risiko Bencana = (Bahaya x Kerentanan) : Kapasitas.  Sebuah bencana (misalnya banjir) berisiko terjadi ketika bahaya (misalnya hujan deras) bertemu dengan kerentanan (misalnya got mampet) dan tidak diimbangi dengan kapasitas yang ada (misalnya rumah yang tinggi). Berdasarkan rumus tersebut, maka risiko selingkuh dapat dikurangi dengan mengurangi keterpaparan kita dari bahaya (misalnya ‘SMS mengundang’) dan kerentanan (misalnya nilai permisif untuk selingkuh) serta meningkatkan kapasitas pribadi dan kualitas pernikahan kita.

Kita perlu waspada karena selingkuh sering kali datang dalam langkah-langkah kecil yang makin lama semakin akumulatif dan tanpa sadar membuat kita terpeleset, jatuh, terjerembab, terpuruk, dan sulit bangkit kembali. Selingkuh bukanlah ‘SELINGan indah dan Keluarga utUH’ tapi ‘SELINGan yang bikin Keluarga runtUH.” Selain itu, berdasarkan prinsip Keadilan Sosial, selingkuh tidak dapat dibenarkan. Di saat masih banyak rekan-rekan kita kesulitan mencari satuuu pasangan aja, perselingkuhan orang yang sudah berpasangan adalah sebuah pelecehan terhadap kejombloan mereka. Akhirnya, kita perlu mengingat bahwa menjadi setia tidak hanya berarti menyayangi pasangan kita, tapi juga menghargai diri kita sendiri. Salam Setia! ***

ditulis oleh: Ibnu Munzir

COMMENTS

Nama

Asmara Joba Jowa Nikah
false
ltr
item
Pawang Blogger: Selangkah Lagi Selingkuh...
Selangkah Lagi Selingkuh...
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWlkEZC2Yw7Wr0zkKcBxBcwEQbiH-NYwc6Pkq6d7TUetDe9hw4UE5sDuNUnNOskNz_-o90J997X5KKdq2TSJmqjvTmfCE9FdLVojTvjVIDo2QN6ggr7JCN8rwcRH6VnLp4cOMO-9KCUhg/s320/506e74911f5d1_506e749120197.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWlkEZC2Yw7Wr0zkKcBxBcwEQbiH-NYwc6Pkq6d7TUetDe9hw4UE5sDuNUnNOskNz_-o90J997X5KKdq2TSJmqjvTmfCE9FdLVojTvjVIDo2QN6ggr7JCN8rwcRH6VnLp4cOMO-9KCUhg/s72-c/506e74911f5d1_506e749120197.jpg
Pawang Blogger
https://pawangblogger.blogspot.com/2015/12/selangkah-lagi-selingkuh.html
https://pawangblogger.blogspot.com/
http://pawangblogger.blogspot.com/
http://pawangblogger.blogspot.com/2015/12/selangkah-lagi-selingkuh.html
true
5514149476286096089
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago